Dadang Duda Sunda Mencari Calon Istri Secepatnya

Kumaha damang? Apa kabar kawan-kawan dan rekan semuanya? Baik aja kan? Perkenalkan, Dadang disini. Saya adalah seorang duda yang sedang mencari cinta, karena sudah lama sekali saya tidak merasakan kehangatan cinta sejati. Mau tau lebih lanjut tentang saya? Sok, atuh, silakan lanjut membaca.

Hidup seorang diri tanpa adanya orang yang dicintai adalah sebuah kehidupan yang tidak lengkap. Begitulah yang saya rasakan. Tak terasa sudah hampir lima tahun diri ini menjalani hidup sendiri sebagai seorang suami yang di tinggalkan oleh istri.

Dadang Duda Sunda Mencari Calon Istri Secepatnya

Saya adalah seorang laki-laki pekerja keras. Seluruh waktu, tenaga, dan pikiran selalu tercurahkan untuk istri tercinta dan anak laki-laki saya yang saat ini sudah bersekolah di tingkat sekolah menengah pertama.

Saya lahir di Cileungsi, Jawa Barat, tiga puluh sembilan tahun silam. Saya mengenyam pendidikan di sekolah kejuruan dengan mengambil jurusan pariwisata dan kemudian melanjutkan pendidikan di akademi pariwisata di Jawa barat.

Setelah menyelesaikan pendidikan, saya mendapatkan pekerjaan sebagai staf restoran di sebuah hotel bintang lima di kota Bandung. Dan di usia dua puluh empat saya memutuskan untuk menikahi wanita yang selama ini menjadi kekasih.

Beberapa kali saya berpindah pekerjaan, namun karena beratnya persaingan dunia kerja di Jawa Barat, maka saya memutuskan untuk merantau ke Sulawesi Selatan. Dengan bermodalkan rekomendasi dari seorang teman, saya nekat merantau dan bekerja di sebuah resort yang mewah. Separuh hati ini sebenarnya merasa keberatan, karena dengan kondisi seperti ini saya harus rela meninggalkan anak dan istri dengan jarak ribuan kilometer.

Komunikasi pada awalnya berjalan dengan lancar. Saya sering sekali menelepon istri untuk menanyakan kabar dia dan anak. Namun, sayang seribu sayang, setelah setahun terlewat, hubungan kami semakin melonggar.

Saya akhirnya mengambil cuti, dan kembali ke kota Bandung. Alangkah kaget, ternyata istri yang selama ini saya perjuangkan pergi meninggalkan saya dengan laki-laki lain. Alasannya karena si dia merasakan kesepian. Dengan hati yang terasa tersayat sembilu, dia pergi dengan membawa anak yang begitu saya sayang.

Remuk redam rasanya. Tak kepalang kesedihan yang saya rasakan. Dengan kesedihan yang mendalam, saya kembali bekerja ke Sulawesi, dan berdomisili di sini sampai waktu yang tidak dapat saya tentukan.

Biodata dan referensi singkat Dadang

BiodataInformasi
Nama lengkapAsep Rahman
Nama Dadang
Kota kelahiranCileungsi, Jawa Barat
Umur39 tahun
Status pernikahanDuda
ZodiakTaurus
PekerjaanSwasta
No. KontakOpen WhatsApp
Kriteria jodoh idamanSingle / janda usia maks. 45 tahun

Profil singkat dan ciri fisik Dadang

Sampai saat ini, saya juga belum bisa move on sepenuhnya dari kehidupan yang dulu. Terkadang saya menitikkan air mata, saat harus melakukan video call dengan anak laki-laki yang saya miliki. Saya paham betul, bahwa dia saat ini mungkin tidak nyaman karena tidak memiliki figur ayah yang sebenarnya di saat dia membutuhkan panduan dari orang tua laki-lakinya.

Teman-teman dan keluarga selalu mendorong dan memberikan saya semangat agar bisa bertahan. Selain itu mereka juga banyak sekali memberikan masukan agar saya melanjutkan hidup dengan kehadiran seorang wanita yang bisa memberikan perhatian dan cintanya yang tulus.

Hanya saja, bagi saya tidak mudah melakukan hal tersebut. Karena menurut pendapat saya, cinta sejati hanya datang sekali di dalam hidup. Mungkinkan saya menemukan cinta itu dari wanita lain?

Saya memiliki tinggi badan 165 sentimeter, berat badan enam puluh tiga kilogram, rambut pendek lurus, dan kulit sawo matang. Saya memiliki hobby bersepeda dengan teman-teman kerja. Saya juga senang berkumpul dengan teman-teman untuk melupakan kepenatan kerja.

Saya terbiasa hidup sederhana, tidak neko-neko, jujur, terbuka, apa adanya, dan tidak memilih-milih dalam urusan pergaulan. Saya kadang-kadang merokok, tapi saya bukan tipe laki-laki perokok berat. Merokok sekedar untuk menghilangkan kegundahan saja, hehehe.

Kriteria Calon Istri Idaman Dadang

Saya bukanlah seorang pria tampan yang kaya, dan saya juga harus realistis dalam memilih pasangan hidup. Saya sangat berharap bisa menemukan seorang wanita dewasa atau paruh baya, usia maksimal empat puluh lima tahun. Penyayang, supel, senang becanda, dan sederhana. Status terserah aja, boleh janda atau juga masih single, buat saya tidak masalah asalkan bisa saling cocok dan pengertian.

Oke sekian dulu perkenalan dari saya, semoga kita bisa saling kenal, dan terima kasih.

Tinggalkan komentar