Diana Janda Muda Satu Anak Mencari Suami Muslim

Selalu ada cibiran dari banyak orang jika kita memiliki pekerjaan di dunia malam. Hal inilah yang pernah aku rasakan selama beberapa tahun silam. Aku memang bekerja di saat malam tiba. Semuanya terpaksa aku jalani karena tuntutan ekonomi.

Aku harus menghidupi ibuku yang sudah memasuki usia senja dan seorang anak yang saat ini ayahnya menghilang entah kemana rimbanya. Berbagai cibiran sudah terbiasa aku dengarkan, bahkan aku sudah terbiasa menganggapnya sebagai angin lalu, Bagiku keluarga adalah hal terpenting dan harus aku pertahankan.

Diana Janda Muda Satu Anak Mencari Suami Muslim

Perkenalkan, namaku Diana. Aku lahir dan besar di daerah Kauman, Yogyakarta. Aku hanya bersekolah sampai bangku sekolah menengah atas. Di saat teman-teman sebayaku masuk kuliah, aku memutuskan untuk bekerja untuk membantu perekonomian keluarga.

Bebanku semakin berat disaat ayah tercinta meninggalkan kami untuk selamanya. Beliau adalah tulang punggung keluarga yang tidak kenal letih untuk berjuang memberi nafkah yang layak bagi anak dan istrinya. Pekerjaannya adalah pekerjaan sederhana dan tidak di gaji besar. Beliau hanya seorang petugas kebersihan yang bekerja sebagai tim dinas kebersihan pasar di Yogyakarta.

Selepas beliau tiada, maka akulah yang bertugas sebagai tulang punggung keluarga. Aku adalah anak tunggal, sehingga kewajiban yang dulu ada di pundak ayah, berpindah kepadaku karena ibu sudah tidak dapat bekerja karena komplikasi berbagai macam penyakit. Awalnya aku bekerja di dekat rumahku, sebagai seorang pelayan di restoran biasa.

Di situlah aku berkenalan dengan sang mantan suami, yang tidak lama kemudian meminangku. Sayang, kebahagiaan hanya berlangsung singkat. Saat mengandung tujuh bulan, si dia pergi entah kemana. Meninggalkan aku sendiri dengan si jabang bayi. Pasca melahirkan aku kembali bekerja di restoran lainnya.

Saat kondisi ekonomi semakin terpuruk, salah seorang temanku menyarankanku untuk ikut bekerja di Surabaya sebagai asisten rumah tangga. Aku di iming-imingi gaji besar dan fasilitas yang cukup lumayan lewat sebuah agensi yang tidak legal.

Sesampainya di kota Surabaya, ternyata aku di pekerjakan sebagai pelayan di sebuah klub malam yang namanya cukup terkenal disana. Aku tak memiliki biaya untuk kembali ke kota kelahiran, dan dengan sangat terpaksa aku meninggalkan orang yang aku cintai, yaitu ibu dan anakku kesepian di sana.

Biodata dan Referensi Singkat Diana

BiodataInformasi
Nama lengkapRosdiana
Nama Diana
Kota kelahiranYogyakarta
Umur26 tahun
Status pernikahanJanda satu anak
ZodiakCapricorn
PekerjaanSwasta
No. KontakOpen WhatsApp
Kriteria jodoh idamanSingle / duda usia maks. 35 tahun

Profil Singkat Diana

Sudah dua tahun aku menjalani profesi sebagai pelayan di kelab malam. Pahit getirnya sudah biasa aku rasakan. Berbagai macam cobaan dan godaan, terutama dari laki-laki hidung belang kerap aku terima. Namun aku hanya bisa bersabar dan pasrah, sembari mengumpulkan uang agar bisa kembali dan membuka usaha sendiri di kampung halaman.

Aku memiliki tinggi badan 160 sentimeter dan berat badan lima puluh dua kilogram. Rambutku lurus, berwarna hitam dengan sentuhan cat rambut. Terkadang aku merokok untuk menghalau kegundahan di hati. Meskipun aku hidup di tengah gemerlapnya malam, aku selalu menjaga diri dari bahaya narkoba.

Prinsipku adalah aku harus bisa bertahan demi anak dan ibuku yang sangat aku cintai. Di dalam kesepian terkadang aku juga bermunajat kepada sang ilahi agar aku selalu di berikan perlindungan dalam menjalani kerasnya kehidupan. Aku yakin bahwa doa-doaku selalu di dengar, dan suatu hari pasti akan di kabulkan.

Saat tidak ada kegiatan, biasanya aku memilih beristirahat saja di mess, sambil video call dengan anakku yang saat ini sedang lucu-lucunya. Tidak banyak waktu luang yang aku miliki karena aku harus bekerja dengan sistem shift.

Calon Suami Idaman Diana

Jujur saja, aku sangat menginginkan untuk memiliki calon suami yang serius. Yang bisa memberikan aku semangat untuk bertahan, dan memberiku kekuatan untuk keluar dari dunia malam ini. Aku lelah, dan sangat ingin bertemu dengan orang-orang yang aku sayangi.

Aku membutuhkan kehadiran seorang imam yang bisa mengayomi, menyayangi, dan mencintaiku apa adanya, tanpa memandang siapa aku saat ini. Kriteria lainnya, usia maksimal 35 tahun, status boleh duda (tanpa anak) atau pun masih single. Seorang muslim yang baik, agar bisa mengajariku menjadi seorang istri sekaligus ibu yang baik.

Tinggalkan komentar